Minggu, 11 Mei 2014

berpantun

Jika ingin membuat pantun, tentukan terlebih dahulu baris isi pantunnya. Misalnya:
Saya berpantun masih belajar,
Maafkan jika memang kurang bagus.
Setelah isinya ada tinggal menambahkan sampirannya yang bisa diambil dari peristiwa sehari-hari. Misalnya:
Sopan santun tanda terpelajar,
Maka tak jarang berbahasa halus.
Pantun jadinya seperti ini:
Sopan santun tanda terpelajar,
Maka tak jarang berbahasa halus,
Saya berpantun masih belajar,
Maafkan jika memang kurang bagus.
Kumpulan pantun dapat dikelompokan jenisnya, misalnya ada pantun anak-anak, pantun nasihat, pantun percintaan, pantun religi dll.
Contoh pantun anak-anak.
Tomat itu buat bumbu,
Tidaklah enak dimakan mentah,
Hormat selalu pada ibu,
Jika disuruh jangan membantah.
Contoh pantun nasihat.
Enak bener tinggal di Batujajar,
Segar udaranya, indah dan permai,
Anak sekolah rajinlah belajar,
Agar cita-citanya kelak tercapai.
Contoh pantun percintaan.
Rasanya kesal kalau menunggu,
Sampai tak sadar habis cemilan diplastik,
Asyiknya jikalau malam minggu,
Bertemu kekasih yang baik juga cantik.
Contoh pantun religi.
Gunakanlah jurus sakti berpencak silat,
Hingga membuat lawan lemas lunglai,
Lakukan terus berdoa dan juga shalat,
Menjaga hati selalu tenang & damai.
Nah, sekarang balik ke cerita awal, postingan ini terinspirasi dari iseng berpantun bersama kerabat di social networking. Berbalas pantun! Inilah contohnya:
Belajar menyulam hasilnya rapi,
Diterusin merenda disuguhi bakwan,
Benar-benar malam ini terasa sepi,
Pada kemana ya kawan-kawan.
Kalah itu lawannya menang,
Keduanya adalah hasil tempur,
Mungkin lagi bersenang-senang,
Saatnya menikmati hari libur.
Niat pagi hari sarapan bubur,
Supaya siang tidaklah lapar,
Enaknya yang pada berlibur,
Saya harus berkutat belajar.
Rujak petis pakai kedondong,
Untuk dibawa bekal mendaki,
Kalo gitu mah sama aja dong,
Saya duduk disini cari rejeki.
Ke Ciledug jual abu gosok,
Kerja keras biar dapet fulus,
Jedag-jedug mikirin besok,
Semoga saja saya bisa lulus.
Disebelah ada kebun pepaya,
Sebelahnya lagi tempat gerabah,
Yakinlah dan tetap berupaya,
Insya Allah munajatnya terijabah.
Bulan bangkit di langit kelam,
Cahayanya redup serasa gulita,
Hari berganti ditengah malam,
Saatnya menutup sepasang mata.
Lelah sudah habis memahat,
Dari kemarin harus lembur,
Sudah saatnya kini istirahat,
Ayo cepetan pada tidur.
Kumat lagi kelakuannya,
Sering manyun semakin jadi,
Selamat pagi semuanya,
Yang baru bangun ayo mandi.
Tersenyum manis pasti tak akan rugi,
Apalagi paginya sudah menggosok gigi,
Embun menetes pertanda sudah pagi,
Sudah saatnya untuk beraktivitas lagi.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda